Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2014

3 Kisah Steve Jobs

Gambar
Hari ini aku menonton pidato yang luar biasa inspiratif dari salah satu idola saya, Steve Jobs. Sebuah pidato di hadapan para wisudawan Stanford University tahun 2005. Kerennya bisa steve berpidato di hadapan wisudawan, padahal belum pernah mencicipi yang namanya wisuda. Ada 3  cerita yang disampaikan: *Pertama mengenai bagaimana dia menjalani hidup sebagai anak adopsi. Awalnya ibu kandungnya menginginkan steve diasuh oleh seorang keluarga berpendidikan, ternyata tidak. Ayah adopsinya hanya lulusan SMP, ibunya lulusan SMA. Dan perasaan sebagai anak yang dibuang sangat mempengaruhi karakternya yang keras, teguh, dan cenderung kasar disaat muda. *Kedua dia bercerita bagaimana perkuliahannya, mendirikan Apple di garasi ayahnya di umur 20 tahun. Dia jugaa bercerita bagaimana di umur 30 tahun dipecat dari perusahaan yang dia dirikan sendiri. Dia sempat putus asa, namun dia bangkit lagi. Lalu kemudian mendirikan Next. Walau setelah itu Apple kembali memanggil Steve dan mengakuisisi Ne...

Masa Depan dan Masa Lalu

Gambar
Masa depan dan masa lalu, dua hal yang selalu menjadi keresahan dalam hidup. Mewaspadai kedua hal ini bisa jadi salah satu kunci kebahagiaan dalam hidup. Masa depan itu belum terjadi, namun angan-angan melambung membuat tersebut seakan nyata dalam pikiran. Syukurlah kalau angan-angan hanya sekedar angan, namun salah jika angan jadi kekhawatiran. Khawatir angan tidak akan terjadi di masa depan. Masa lalu sudah lewat, namun memori dan kilasan-kilasan masih membekas di pikiran. Saat-saat sendiri termenung sambil memutar ulang kilasan memori lampau. Syukurlah bila itu memori kebahagiaan da kegembiraan, namun salah kala memori kesedihan dan kekecewaan diputar hingga berlarut-larut lamanya. Ketika terhanyut dengan keduanya, kita lupa akan satu masa lagi. Ya, masa sekarang. Masa dimana kita berada saat ini, masa saat kita masih diberikan anugerah dan nikmat dari Tuhan yang Maha Kuasa. Pernahkah  kau sadari hembusan dan tarikan nafasmu? Betapa beruntungnya kita masih bernafas. Saya jug...